Ya Rasulullah Kami Rindu Padamu

Ya Rasulullah by Raihan

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Kerna pancaran ketenanganmu
.
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu
.
Ya rasulullah ya habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya rasulullah ya habiballah
Kami rindu padamu
Allahumma solli ala Muhammad
Ya rabbi solli alaihi wasallim ( 2x )
.
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya Tuhan saja yang tahu
.
Kutahu cintamu kepada umat
Umati kutahu bimbangnya kau tentang kami
Syafaatkan kami
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
.
Kan pasti mengalir air mataku
Kerna pancaran ketenanganmu
Ya rasulullah ya habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya rasulullah ya habiballah
Kurniakanlah syafaatmu

Pertama kali dipopulerkan oleh grup nasyid asal Malaysia, Raihan pada tahun 1999. Nasyid Ya Rasulullah langsung melejit. Nasyid ini ada dalam album berjudul ‘Senyum’. Banyak makna yang tersirat di dalamnya. Saya salah seorang penggemar nasyid dari negeri jiran ini.

Nasyid ini menceritakan tentang betapa indahnya hidup jika bisa bertemu dengan Sang Idola dan Tauladan ummat manusia, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam. Tanpa musik, penyanyi Raihan membawakannya dengan sangat lirih, mengungkapkan rasa rindu yang mendalam pada sosok manusia utusan Allah dan pembawa kedamaian.

Mengenang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW seperti dikutip dari Islami.co.id, keinginan untuk merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW muncul pada masa khalifah Umar bin Khattab yakni sekitar tahun 22 atau 23 hijriyah (638-an Masehi). Namun ketika itu para sahabat kesulitan untuk menentukan tanggal dan hari pasti kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah sendiri lahir di kota Mekkah dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Namun, sang ayah meninggal dunia sebelum Nabi Muhammad lahir dan ibunya menghembuskan napas terakhir saat Nabi berusia 6 tahun.

Terkait kelahiran Nabi Muhammad SAW sendiri memang ada dua pendapat. Pertama yang disepakati para ulama, Rasulullah diyakini lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Pendapat kedua disebut Nabi Muhammad lahir pada 9 Rabiul Awal Tahun Gajah.

Menurut dosen sejarah peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zakaria M.Ag seperti dikutip detik.com, sejarah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali diketahui muncul di masa Bani Fatimiyyah di Mesir. Kemudian lahirlah Dinasti Ayyubiah pimpinan Salahudin Al Ayyubi. Ketika itu, Shalahuddin al Ayyubi yang menaklukan Bani Fatimiyyah di Mesir melihat warga merayakan hari lahir Ali bin Abi Thalib sebagai wujud kecintaan mereka.”Jadi sebenarnya awalnya itu perayaan maulid untuk Ali bin Abi Thalib dan sekarang sudah menjadi tradisi maulid itu,” ungkap Zakaria.

Salahuddin al-Ayyubi melihat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW  bisa membangkitkan semangat juang umat Islam. Sehingga dia pun kemudian menginstruksikan perayaan Maulid Nabi setiap tahun di tanggal 12 Rabiul Awal. Perintah itu dia sampaikan pada musim haji tahun 579 hijriyah atau 1183 Masehi.

Berdasarkan buku ’37 Masalah Populer: Untuk Ukhuwah Islamiyah’ karya H Abdul Somad, yang bisa dipetik dalam perayaan Maulid Nabi adalah mengingatkan manusia tentang risalah dan sirah dari Rasulullah SAW. Dengan begitu, umat Islam akan memahami bahwa satu-satunya tauladan adalah Rasulullah SAW.

Berdasarkan Al Qur’an surat Al A’raf ayat 157, Allah SWT berfirman mengenai keutamaan memuliakan dan mencintai Nabi Muhammad SAW sebagai berikut;

اَلَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰىهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤىِٕثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ مَعَهٗٓ ۙاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung.

Makna Syahadat Muhammad Rasulullah :

1. Membenarkan Apa yang dikabarkannya (QS 39:33)
2. Mentaati semua Perintahnya (QS 24:51. 5:7, 4:115)
3. Menjauhi apa yang dilarangnya (59:7)
4. Tidak dikatakan beribadah kecuali dengan mengikuti syariatnya (4:80)

Kewajiban Kita terhadap Rasulullah SAW :

1. Mengimaninya
2. Mencintainya
3. Mengagungkannya
4. Membelanya
5. Mencintai para pencintanya
6. Menghidupkan sunnahnya
7. Memperbanyak sholawat
8. Mengikutinya
9. Mewarisi risalahnya.

10. Menjadikannya teladan, idola

Nah, tugas kita sekarang adalah mentauladani Nabi Muhammad SAW dari segala aspek, baik pribadi, ibadah maupun sunnah-sunnah yang pernah beliau dikerjakan.

Ya Rasulullah alangkah indahnya hidup ini andai dapat kami menatap wajahmu. Akan pasti mengalir air mata kami, karena pancaran ketenanganmu. Semoga kelak kami dapat syafaatmu dan masuk syorga bersamamu. Amiin.

Bisa juga dilihat pada link berikut ini…https://martintepa.com/article/2020/10/ya-rasulullah-kami-rindu-padamu-4933390