Djaliusma, Tokoh Pendiri SMAN 1 Lembah Gumanti yang Masih Tageh

Hari ini, Selasa (27/07/2021) dalam rapat paripurna kelas X di mushalla SMAN 1 Lembah Gumanti kedatangan tamu istimewa, tokoh pendiri sekaligus guru pertama. Bu Djaliusma, sering dipanggil bu Eli semasa bertugas di SMAN 1 Lembah Gumanti.

Bu Eli sekaligus menjadi wali dari cucu beliau Maisya Mutia Rahardian kelas X MIPA 2 pada rapat komite. Beliau hadir ke sekolah karena sangat kangen dengan kampus SMAN 1 Lembah Gumanti. Tepat pada tanggal 26 Juni 2021 kemarin beliau genap berusia 80 tahun. Subhanallah, sebuah berkah umur yang luar biasa dari Allah. 

“Alhamdulillah, saya masih diberikan berkah umur oleh Allah”, ungkap bu Eli. Sampai saat ini penglihatan beliau masih tajam, tidak pakai kaca mata dan berjalan tanpa tongkat. Kuncinya kalau mau sehat harus rajin jalan kaki ujar bu Eli saat bincang-bincang di Aula SMAN 1 Lembah Gumanti.

Bu Eli salah satu tokoh kunci dalam pendirian SMAN 1 Lembah Gumanti pada tahun 1983. Beliau mengajar 18 tahun di SMPN Alahan Panjang (Sekarang SMPN 1 Lembah Gumanti) kemudian pindah ke SMAN 1 Lembah Gumanti pada tahun 1983 dan pensiun pada tahun 2000. Sebelum purnabakti bu Eli sudah berdinas selama 38 tahun.

Selama bertugas beliau termasuk orang yang disiplin. Didikan bu Eli sudah banyak jadi tokoh terkenal, salah satunya Ketua Komite SMAN 1 Lembah Gumanti, Syafriyono, S.Pd, MM yang juga Kepala SD di Sungai Nanam hasil binaan beliau saat di SMP. Kini dalam usia beliau sudah sepuh, kondisi fisik dan pemikiran beliau masih tageh.

Bu Eli juga mengisahkan SMAN 1 Lembah Gumanti telah dirintis sejak tahun 1982 oleh Kepala SMP Negeri Alahan Panjang bersama beberapa orang guru dan tokoh masyarakat yang peduli dengan kelanjutan pendidikan tamat SLTP warga Alahan Panjang dan kecamatan Lembah Gumanti pada umumnya. Ide ini muncul karena pada saat itu mereka harus melanjutkan pendidikan ke kota Solok yang jaraknya 50 km, Muara Labuh jaraknya 69,2 km bahkan ada yang menempuh pendidikan ke kota Padang dengan jarak 59,9 km, tentu saja memerlukan biaya yang sangat tinggi.

Pada awal didirikan sekolah ini melangsungkan proses belajar dengan berpindah-pindah, semula menumpang di gedung MTsN 3 Solok sekarang, lalu pindah ke gedung serba guna SMP Alahan Panjang (sekarang SMP Negeri 1 Lembah Gumanti) dan sempat juga beroperasi di Gedung Nasional Pemuda Alahan Panjang. Pada awalnya tenaga pengajar dimiliki sebagian besar adalah guru–guru SMP Negeri Alahan Panjang dan secara otomatis langsung dikepalai oleh kepala SMP Negeri Alahan Panjang. Biaya operasional perdana didapat dari sumbangan dan partisipasi masyarakat. Karena sekolahnya menumpang pada SMP Negeri Alahan Panjang, maka PBM dilakukan pada siang hari.

SMAN 1 Lembah Gumanti mengalami perkembangan yang cukup pesat. Berkat kegigihan tokoh–tokoh masyarakat, cadiak pandai dan para ulama, sekolah ini dijadikan filial SMA Negeri Muara Labuh sebagai salah satu prosedur untuk mendirikan Unit Sekolah Baru.

Seiring dengan perjalanan waktu dan hibah tanah dari masyarakat, maka berdirilah sekolah baru yang bernama SMA Negeri Alahan Panjang yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah bernama Drs. Mustafa Kamil sebagai pelaksana tugas. Pada tahun 1984 sekolah ini memiliki izin operasional yang di-SKkan oleh Kanwil Propinsi Sumatera Barat.

SMAN 1 Lembah Gumanti terletak di kawasan objek wisata tepian Muaro Danau Diatas Alahan Panjang merupakan salah satu sekolah terbesar dan tertua di Kabupaten Solok dengan SK Pendirian Sekolah pada tanggal 5 Maret 1984 dan SK Izin Operasional pada tanggal 4 Maret 1985.

Nah, itulah sejarah awal pendirian SMAN 1 Lembah Gumanti. Dan Bu Eli merupakan salah satu tokoh kunci pendiri sekolah tersebut. Terima kasih bu Eli semoga tetap sehat dan diberkahi Allah. (mt)