PUISI

Kepergianmu

Oleh : Turnika Afdatul Rafni

Aku menemuimu disetiap malam yang pekat dan gelap

Ku bisikan doa-doa kepada Sang Pemilik mu

Meminta untuk menjagamu dalam perlindungan-Nya

Meminta untuk menemanimu disana agar tidak merasa kesepian

.

Buliran air mata mungkin sudah menjadi teman karib dikala sepi

Sejak hari aku kehilangan cahaya senyum mu

Entah mengapa gelap tak lagi menjadi asing

Bahkan kelam tak lagi tampak menakutkan

.

Malam-malam selanjutnya pun terasa menyesakan

Bayangan akan mu seakan memenuhi semesta ku

Bahkan dalam lelap pun wajah mu terus membayangi

Kemudian ku dapati diriku terbangun disaat langit diselimuti gelap

.

Kilasan memori demi memori berputar layaknya sebuah film dibenak ku

Hari saat senyummu perlahan menghilang

Masih terasa bagai mimpi buruk yang terus menghantui

Namun saat tersadar, aku tau ini adalah nyata

.

Hari itu kamu memintaku untuk berjanji

Janji untuk tak berlarut manangisi mu

Janji untuk tak terpuruk dan harus bangkit

Janji untuk tetap menjalani hidup dengan baik

.

Tapi asal kamu tau, bagaimana aku bisa untuk itu

Bagaimana aku bisa saat cahaya ku dipadamkan

Bagaimana aku bisa saat sandaranku dirobohkan

Bagaimana kau bisa saat menapak kan kaki saja aku rasanya tak sanggup

.

Kamu bilang aku hanya perlu mendoakan mu

Kamu bilang kamu bahagia karna kesakitan mu akan berakhir

Kamu pernah bilang perpisahan itu nyata adanya

Kamu bilang aku hanya perlu menjalani dan menunggu saat itu

.

Lalu bagaimana jika aku tak pernah sanggup?

Bagaimana jika aku tetap tidak bisa walau aku sudah berusaha

Bagaimana jika aku tak pernah siap untuk melepasmu

Meski aku sudah menyiapkan diri untuk hal itu

.

Kamu adalah poros dunia ku

Bagaimana semuanya bisa berjalan sama

Jika aku kehilangan bagian paling penting dalam dunia ku

Bagaimana aku bisa melewati semua ini tanpa mu

.

Siapa yang akan mendekap tubuh ini saat gelap terlalu menakutkan?

Siapa yang akan menjagaku saat aku sudah tak sanggup lagi melawan

Siapa yang akan membelaku saat seluruh dunia mencoba menjatuhkan ku

Kepada siapa aku harus mengadu saat ku rasa dunia ini terlalu kejam untukku

.

Apa yang bisa kulakukan?

Bukankah sepanjang hidup ku kamu adalah tumpuanku

Kamu orang yang paling mengerti diri ku

Kamu orang yang selalu aku andalakan

.

Lalu ketika Tuhan mengambil mu dariku

Apa yang masih tersisa dalam diri ku ini?

Aku hanyalah abu-abu tanpa pancaran warna mu

Aku layaknya layangan yang putus dari benangnya

Terbang tinggi, jauh namun sayangnya, tak tentu arah.

.

IMG_20201130_110643Assalamualaikum Readers,

Perkenalkan nama saya Turnika Afdatul Rafni, saya lahir pada 16 Juni 2002, saya merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dan sekarang sedang menjalankan pendidikan sebagai salah satu siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Lembah Gumanti..

I’m just an ordinary person, yang sedang mencoba menapaki dunia yang lebih luas lewat tiap imajinasi dan penggalan kata. Saya hanya melakukan apa yang di inginkan oleh diri saya sendiri dan bukan paksaan dari orang lain.

You can contact me via my e-mail turnikaafdatul@gmail.com or my whatsapp

Number 082391802390.